Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Sunday, November 20, 2011

Fact of History VOC had the authority over the territory

Since getting the Octrooi from the Government of Kingdom of the Netherlands trade company VOC had de jure control of the Indonesian archipelago, and this was the beginning of the Dutch colonialism of Indonesia which then  lasted for 350 of years. Indonesia or when it was referred to as the Dutch East Indies was a field for the Kingdom of the Netherlands, where the Kingdom of the Netherlands rob crops and wealth of Indonesia trough VOC. Violence, warfare, pitting, oppression, exploitation, feudalism, force labor, and even in 1620 the VOC had been cast out and killed all the people who do not want to give spice to their crops (Ricklefs, 1991).
Jan Pieterszoon Coen, in Indonesia it is known as a cruel magnifying of VOC
Coen in horn, In holand coen is known as a founder of Netherland East Indische, his name use as street name and building(wikipeddia)

Then in colonizing the archipelago, VOC doing things guile, pitting, internal penetration in the kingdom in such as Java. And to run a trading VOC also exert military force, from a variety of practices that do VOC cause the Indonesian people as social, economic, political, and psychological suffering and misery experienced tremendous

In year  1790s VOC declined, caused in several factors :


1. Corruption by officials VOC;

2. Competition with other trade company;

3. Expenditure costs a lot to overcome the resistance of indigenous Indonesian native

4.Increasing need for staff salaries VOCs.

5. Careless financial management.



According to Ricklefs (1991), VOC setbacks caused by Inefficient , dishonesty, nepotism, and alcoholism are widespread among members of the VOC. Although VOC was Dutch company, but most members were not the Dutch people. The adventurers, vagabonds, criminals, and those who fared worse from the Europe who took the oath of loyalty to the VOC, and became a member of the VOC. It was also the underlying attitude towards the nation's operational VOC Indonesia were likely to cruel, arbitrary, and without compromise. In 1799, the organization that has many great benefits for the Netherlands and caused many casualties on the part of the Indonesian nation was finally dissolved.



(Source: National History of Indonesia)

Artikel terkait:
Fakta sejarah: Sebuah kongsi dagang mengawali penjajahan #1

Tuesday, November 8, 2011

Fakta sejarah: Sebuah kongsi dagang mengawali penjajahan #1

Hanya sebuah kongsi dagang atau perusahaan perdagangan yang mengawali penjajahan di Indonesia, yang setelah diketahui keuntungannya pemerintah Belanda memberikan hak octrooi (charta), yang berisi hak otoritas,.berikut petikan sejarahnya,,

Orang-orang eropa datang ke Indonesia di awal abad 16 hanya untuk berdagang , . Tetapi pengaruh dari “gold, gospeld dan glory” mereka berfikir untuk menguasai wilayah dan menguasai jalur perdagangan.
“Pada awal kedatangannya ke wilayah Indonesia, Belanda hanya ingin menguasai secara monopoli jalur perdagangan rempah-rempah di nusantara, mulai dari daerah Maluku menuju ke Malaka, yang selanjutnya mengirimkannya ke Eropa” source: sejarah Indonesia
Sebuah saham Perusahaan Hindia Timur Belanda, tertanggal 7 November 1623
source:wiki
Dalam upaya menguasai jalur perdagangan rempah-rempah di nusantara, pemerintah Belanda mendirikan badan perniagaan “kongsi dagang” yang bernama Vereenigne Oost Indische Compagnie (VOC) pada 20 Maret 1602. Tujuan didirikannya perkumpulan dagang ini adalah untuk mengintensifkan perdagangan di kawasan nusantara dan menghindari persaingan tidak sehat di antara para pedagang Belanda sendiri. Intinya tujuan pendirian VOC adalah untuk memperoleh keuntungan sebanyakbanyaknya dalam perdagangan dengan cara menguasai, memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia.

Yang pada awalnya hanya sebuah kongsi dagang atau perusahaan dagang, begitu pemerintah belanda melihat potensi yang besar, VOC ini diberikan hak politik dan militer. Dan VOC menggunakan kekuatan militernya untuk memperlancar kegiatan perdagannya di Indonesia.

Lebih dari itu, perusahaan dagang ini diberikan hak-hak istimewa oleh Pemerintah Belanda. Hak-hak yang diberikan kepada VOC itu disebut hak octrooi, yang isinya memberikan hak kepada VOC sebagai berikut:
1. memperoleh hak monopoli perdagangan;
2. memperoleh hak untuk mencetak dan mengeluarkan uang sendiri;
3. dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia;
4. berhak mengadakan perjanjian;
5. berhak memaklumkan perang dengan negara lain;
6. berhak menjalankan kekuasaan kehakiman;
7. berhak mengadakan pemungutan pajak;
8. berhak memiliki angkatan perang sendiri;
9. berhak mengadakan pemerintahan sendiri.

Hak octrooi itulah yang menjadi dasar terbentuknya pemerintahan penjajahan. Dan merupakan awal dari pendudukan wilayah Indonesia, yang waktu itu di sebut sebagai Hindia Belanda.

Artikel terkait:
Pidato Presiden Soekarno "Ganyang Malaysia"

Saturday, October 15, 2011

Pidato Presiden Soekarno "Ganyang Malaysia"

Kalau saat ini kita kalang kabut dan berpolemik apakah benar beberapa titik di perbatasan diklaim malaysia, mungkin kita telah melupakan sejarah (klo kita ingat sejarah kita gak akan kalang kabut dan akan tegas), Presiden Soekarno berpesan  JAS MERAH (“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”), Dan itu benar, sekaranglah saatnya untuk mengingatkan kembali mengenai pidato beliau mengenai "Ganyang Malaysia", yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, punya harga diri, berwibawa dan tegas.

 
Latar belakangnya adalah ketika di tahun 1961 Inggris menggabungkan koloninya di kalimantan bagian utara dengan semenanjung malaya dengan nama konfederasi Malaysia, rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Federasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia (source: wikipedia).
Penentangan pemerintah Indonesia tersebut menimbulkan aksi demontrasi di kuala lumpur malaysia, para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Presiden Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan PM Malaysia Tunku Abdul Rahman dan memaksanya menginjak (di situs malaysia menyebutkan PM Malaysia menolak menginjak). Dan hal inilah yang membuat Presiden Soekarno marah dan menyatakan "Ganyang Malaysia" berikut pidato beliau yang sangat bersejarah:

"Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!"

Soekarno.

Itulah pidato Presiden saat itu, Indonesia negara besar yang punya harga diri.


Artikel terkait:
Fakta sejarah: Sebuah kongsi dagang mengawali penjajahan #1